
Pelapor masalah penataan score bola sepakbola Indonesia, Lasmi Indaryani, membuka terdapatnya bandar judi online yang terjebak dalam mafia bola. Lasmi menyerahkan bukti-bukti, terhitung diantaranya rekening mafia yang berkaitan dengan bandar judi online.
"Barusan saya masukkan data dari yang saya temukan mengenai judi online 3 materi begitu kan," kata Boyamin Saiman sesudah temani Lasmi di Posko Satgas Antimafia Bola di Polda Metro Jaya, Jakarta
Boyamin cuma mengatakan rekening yang disebut punya satu orang yang diinisialkan SP. Ia menyebutkan transaksi untuk judi online ini dikamuflasekan seolah-olah transaksi pembelian mobil.
"Kurang lebih ada satu rekening diurus oleh bandar judi selanjutnya dikamuflase dengan transaksi mobil oleh makelar, tetapi sebenernya untuk bayar Situs judi online," paparnya.
Boyamin ungkap ada dua bank yang dipakai untuk memfasilitasi pembayaran judi online. Tapi ia kembali lagi rahasiakan bank itu.
"Ke-2, terkait dengan dua bank yang digunakan untuk memfasilitasi pembayaran judi online. Kami tidak nuduh banknya terjebak ataukah tidak, tetapi paling tidak digunakan orang untuk judi online," tuturnya.
Lebih jauh Boyamin ungkap sebetulnya masalah judi online Agen SBOBET bola itu pernah disibak pada tahun 2017 oleh Polres Bogor. Cuma, aktor dilepaskan sebab kurang bukti serta masalah itu menyertakan dua negara.
"Masalah itu terkait dengan judi online di Filipina yang telah digerebek tetapi itu kurang bukti serta kita menyerahkan ke Satgas agar dapat diambil pindah. Karenanya besar jaringan Filipina banyak karyawan yang beberapa orang Indonesia dihadirkan sampai Filipina sana, itu dari penemuan saya," katanya.
Eksklusif Hendro Pandowo, Bongkar Mafia serta Judi Bola

Jakarta - Baru dua bulan kerja, Satgas Anti Mafia Bola, yang di pimpin Kepala Biro Provos Mabes Polri Brigjen Hendro Pandowo, memutuskan 16 terduga. Sebatas bersih-bersih atau ada misi lain?
Yang mengagetkan, 16 terduga itu terbagi dalam beberapa posisi dunia persepakbolaan, mulai manager club sampai wasit serta puncak pimpinan PSSI. Pemantiknya ialah laporan bekas Manager Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, akhir tahun kemarin.
Praktik licik sepak bola di Tanah Air juga terbongkar. Sampai kini, semua manipulasi yang berlangsung seperti kentut, berbau tidak enak menyodok tanpa ada jelas wujudnya.
Praktik penataan score yang telah lama berlangsung rupanya berjalan dengan sistematis serta terancang. Menyertakan manager club, pemain serta wasit, sampai pejabat PSSI. Motifnya tidak hanya tingkatkan gengsi serta kebutuhan ekonomi, dan juga jaringan perjudian internasional.
"Mereka pasti berada di dalam sampai luar negeri. Datanya sedang terus kami mengumpulkan," kata Hendro
Bukanlah menyangga kerja team Satgas, Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, justru memerintah anak buahnya mengakibatkan kerusakan serta hilangkan beberapa tanda bukti.
"Ini ada keterikatan penataan score yang berlangsung di Liga 3 yang diadukan Ibu Lasmi," kata Hendro.
Berkaitan tempat beberapa pejabat Polri di PSSI atau pembina club, bekas Kapolrestabes Bandung itu janji akan menginvestigasi seluruh pihak yang terjebak tanpa ada pandang bulu. Namun selama ini belumlah ada sedikitpun tanda-tanda keterkaitan mereka.
"Malah Pak Sjafrudin (bekas Wakapolri yang sekarang jadi Menteri Perangkat Negara) menyangga penuh Satgas," tutur Hendro.
Kedatangan Team Adhoc Kredibilitas PSSI dengan penasihat bekas Kepala Polri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, ia memperjelas selama ini benar-benar taka da interferensi. "Faktanya saat awal berjumpa Pak Badrodin Haiti Satgas baru memutuskan 10 terduga, saat ini telah makin bertambah 6," katanya.
Hendro jamin jika pengusutan tidak dikerjakan untuk membidik club tersendiri. Satgas cuma ingin membuat persepakbolaan Indonesia semakin berprestasi.