
Karena tuan-rumah Asian Games dibolehkan pilih beberapa cabang olahraga penambahan, salah satunya pendorong dibalik kedatangan bridge di persaingan ini ialah miliuner Indonesia Michael Bambang Hartono yang berumur 78 tahun.
Michael, yang lakukan lobi sepanjang sekian tahun ke Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia/OCA), menjelaskan Presiden OCA Sheikh Ahmed Al-Fahad Al-Ahmed Al-Sabah awalannya menampik masukkan bridge ke Asian Games. Faktanya, ia cemas laga itu semakin lebih mirip perjudian.
"Sesudah kami menerangkan jika bridge dimainkan di beberapa negara Islam seperti Indonesia serta mempunyai kejuaraan dunia tertentu, ia menerimanya," kata Michael. Ia mengharap dapat mendapatkan paling tidak satu medali emas untuk menolong Indonesia sampai sasaran 16 medali keseluruhannya di Asian Games.
Hartono, yang pimpin South East Asia Bridge Federation, lebih diketahui pemilik konglomerasi tembakau Group Djarum.
Dengan saudaranya Robert Budi, ia ditahbiskan jadi pria paling kaya Indonesia oleh majalah Forbes pada tahun 2017. Kekayaan mereka berdua sampai US$32,3 miliar (Rp 472,5 triliun) yang membuat ada di rangking orang paling kaya ke-75 di dunia.
Taipan yang telah bermain bridge semenjak berumur enam tahun itu menjelaskan ketetapan untuk bridge tidak berlainan dengan kerjaannya seharian.
"Proses pengerjaan ketetapan di bridge serta usaha itu sama. Anda kumpulkan info serta data, membuat rangkuman, serta berencana satu taktik," tuturnya.
Michael akui dapat habiskan waktu delapan sampai 10 jam untuk satu permainan.
Bila dia sukses, satu waktu bridge akan dimainkan di Olimpiade. Tekad itu mungkin tidak ada begitu jauh, serta bila saran untuk masukkan permainan ini ke Tokyo Games 2020 tidak berhasil.
Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee) telah mengaku Federasi Bridge Dunia (World Bridge Federatrion) jadi satu 'organisasi olahraga'. Komite itu dengan serius memperhitungkan untuk masukkan esport, laga game elektronik yang masuk ke kelompok olahraga eksibisi di Asian Games sekarang,
Esport akan lakukan kiprah jadi olahraga yang mendapatkan medali di Asian Games 2022 yang diadakan di Hangzhou, China.
"Kami punya mimpi bridge bisa menjadi satu persaingan di Olimpiade," kata Michael. "Berikut perjuangan kami seterusnya."